Social Icons

Pages

Featured Posts

Rabu, 27 Juli 2016

Naufal, bayi 8 bulan sunat smartklamp?

Hah... bayi 8 bulan sunat?
Sunat smartklamp, apa itu? Yakin beda, kasihan tauuu...
Duh tega banget sih anak sekecil itu di sunat!!

Gak sedikit yang mengulang-ulang kalimat diatas saat tau kabar kalau Naufal mau disunat. Sebenarnya niat awal hanya meng-aqiqahkan saja pas waktu turun tanah, tapi banyaknya kabar teman kalau anaknya kena infeksi saluran kencing dan semacamnya kita selaku orang tua kan takut juga.

Sebelum kami memutuskan ini, sempat konsultasi ke teman yang jalurnya di medis, bidan dan dokter, semua bilang malah bagus kalau kecil, selain lebih cepat sembuh juga bisa mencegah berbagai penyakit kelamin yang salah satunya infeksi tadi. Akhirnya setelah berembug kita putuskan untuk sunat, nah yang bikin aku mantep ini karena ada metode sunat smartklamp ini yang habis sunat bisa langsung pakai pampers.

Selasa, 24 Mei 2016

Perkembangan Bayi Naufal 0-6 Bulan

Lama sekali aku enggak nulis yah.. udah asyik sendiri sama mainan baru sih hehehhe... Proses penyembuhan pasca caesar yang cukup melelahkan membuat aku tidak bisa berlama-lama di depan komputer. Selain itu sebulan setelah aku lahiran, emak menderita kelumpuhan, jadi otomatis aku ngerawat Naufal sama emak. Alhamdulillahnya Allah kasih kesehatan jadi bisa melewati semuanya dengan baik.

Ngomongin soal bayi emang ga ada habisnya.. seneng, sedih, terharu bercampur jadi satu... aku catet ini kali-kali aja Naufal besok kalo udah gede baca ini juga hehehhe...

- Naufal usia 1 Bulan -

Selama 2 minggu setelah lahir Naufal sempat di beri susu formula, tapi makin kesini dia makin gak doyan, dia maunya cuma minum asi meskipun kadang memakai dot, tapi setelah selapan, sama sekali gak mau pakai dot, maunya nenen langsung, yasudah deh makin enak dong hehehhe... Alhasil susu dari rumah sakit aku yang habisin , habisnya sayang sihh :p
bb 4.6kg panjangnya 61cm makin ndut deh.

Selasa, 19 Januari 2016

Review Clodi Punya Nau

Sejak hamil Nau aku mulai berkenalan dengan si clodi ini. Yapp.. clodi adalah kepanjangan dari cloth diapers yakni diapers yang bisa dicuci. Sebagian dari teman-temanku yang aku mintain pendapatnya soal ini rata-rata bilang "ah sama aja kayak celana biasa donk, capek nyuci". Beberapa juga ada yang masih belum familiar dengan clodi, "itu merk pempers? bagus yah kok mahal?"

Awal rencana sih mau pakein Nau celana poop aja, tapi takut kalau pipis gatau malah bikin kepleset, akhirnya pilihan kita jatuh di clodi. Aku tertarik dengan clodi ini pertama karena takut kalau pospak nanti ruam, banyak sampah dan setelah aku telisik lebih jauh juga lebih hemat. Kan katanya maksimal pakai pospak 4-5jam jadi minimal sehari pakai 5kan. Harga pospak dipasaran sekitar 1500 sebiji, jadi 1500x5x30=225000 sebulan.. inget.. itu minimal lho ya.. kebayang kan kalo pake merk yang lebih mahal dan dalam jangka waktu yang lama :)

Clodi yang di pakai Nau selain beli baru, beberapa ada yang dapat dari hadiah dan ada juga yang flea. Kebanyakan hadiah sama flea malah ketimbang beli barunya, jadi lumayan lah enggak banyak-banyak keluar duit hehehe... Penasaran Nau pakai clodi merk apa aja,, yuk langsung capcus aja.

Rabu, 25 November 2015

Cerita Melahirkan Naufal

Seperti yang aku tulis di postingan sebelumnya yakni hamil 39 minggu belum masuk panggul, hingga tanggal 8 aku sempat mengalami kontraksi yang bahkan aku sendiri tak menyadari jika itu kontraksi pembukaan. Karena bidan pun sudah menyerah, akhirnya tanggal 9 aku dan suami niat kontrol di Rumah Sakit Graha Medika. Ternyata setelah di periksa dokter dan di USG posisi dedek tidak bisa turun karena lilitannya makin erat bahkan hingga menarik sampai posisinya hampir lintang. 

detik-detik terakhir hamil Naufal
"Bu.. ini harus operasi sectio caesar segera mungkin untuk menyelamatkan si bayi.. saya sarankan jangan induksi karena terlalu bahaya untuk ibu dan bayi .. sekalipun ibu pembukaan lengkap belum tentu dia bisa langsung keluar karena tertahan tali pusat tadi", kata dokter.

Sedih, kesal, marah.. semua perasaan bercampur jadi satu. Aku ingin melahirkan secara normal. Akhirnya aku tanda tangan penolakan untuk awal karena ingin pulang dulu mempersiapkan segala kebutuhan dan mengabari keluarga. Kami memutuskan untuk kembali pukul 9 dan operasi sekitar jam 12 malam. Aku diajak suami sholat magrib sambil menenangkan diri. Suami menyemangatiku agar aku tak bersedih. 

"Jangan sedih sayang.. nanti malam kita bisa peluk sama gendong dedek.. semangat" 
Diperjalanan pulang aku memeluk suami dengan air mata. Perasaan yang entah harus bagaimana aku menyikapinya. Tapi aku harus semangat, aku usap air mataku agar semua orang tidak khawatir.

Sabtu, 07 November 2015

Hamil 39 Minggu Belum Masuk Panggul

Hari ini aku periksa hamil lagi ke bidan tempat biasa, ya semakin dekat jarak lahiran, jadi jadwal periksa yang biasanya 10 hari pun maju menjadi 5 hari sekali. Hari perkiraan lahir tinggal seminggu lagi dan si dedek masih tetap bertahan di posisinya, hamil 39 minggu belum masuk panggul, padahal sudah sehari jalan 1 jam pagi dan setengah jam pas sore, jongkok berdiri, dan posisi jongkok ada kali sehari 4-5 jam, tapi tetap saja dia betah berada di posisinya.

Memang posisi ada hubungannya dengan janin terlilit tali pusat seperti yang aku ceritakan di postinganku sebelumnya. Awalnya bidan agak susah mendeteksi detak jantung bayiku terkesan jauh suaranya, tapi setelah terdengar Alhamdulillah detak jantungnya masih normal, jadi dia sehat di dalam. Aku diminta untuk mengawasi pergerakannya, katanya sejam minimal bergerak 4 kali. Jujur aku enggak bisa mendeteksinya karena aku  sekarang ini gak bisa begitu merasakan gerakannya, jadi kalau dibilang sejam bergerak berapa kali, ya aku enggak tau.