Social Icons

Pages

Sabtu, 30 Januari 2010

Dani ,Tetaplah Tersenyum

Setiap orang pasti akan mendapatkan suatu pengalaman dalam hidup mereka dalam menjalani suatu hal yang baru. Itulah yang Yuni rasakan saat Yuni mendapatkan pengalaman dari Mojokerto kemarin. Banyak pengalaman yang Yuni dapatkan. Senang, sedih, tertawa, menangis. Banyak pengalaman yang Yuni dapatkan, tapi ada satu pengalaman yang membuat Yuni sangat berkesan, yaitu pengalaman Yuni belajar bersama Dani.

Mungkin Pembaca dan bingung siapa yang Yuni ceritakan ini. Yuni menceritakan tentang pengalaman Yuni bersama sepupu Yuni yaitu Dani. Dani adalah seorang remaja yang berusia 17 tahun. Benar, dia memang sebaya dengan Yuni. Bertubuh tinggi, putih dan agak kurus, itulah dia. Sepintas lalu, mungkin dia seperti kebanyakan orang. Namun, jika kita mengenalnya, dia sungguh berbeda. Dia menderita keterbelakangan mental. Seharusnya ia mendapatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, namun dia harus bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa. Bahkan karena dia paling besar dari teman sepermainannya, dia sering diejek oleh teman-temannya. Tak hanya teman, keluarganya pula juga sering mencaci dan menghinanya sehingga Yuni sangat merasa kasihan kepadanya.

Dani memang seorang yang pemalu, dulu aku sangat takut jika berbincang dengannya, wajar dia sangat tempramental. Apalagi jika pikirannya berat atau kecapekan, dia pasti kejang. Itulah yang membuatku takut untuk berbincang dengannya, sehingga ia lebih dekat dengan kakakku. Bahkan bisa dibilang dia lebih menyukai kakakku dari pada kakakku sendiri. Mungkin karena kakaknya yang suka menghinanya, sehingga ia tak terlalu suka dengan kakaknya sendiri.

Yuni melihat Dani sangat berbeda dengan yang lain. Banyak hal yang Yuni pelajari darinya. Salah satu hal yang Yuni kagumi dari dia adalah dia sangat semangat untuk bersekolah dan sosialisasinya sangat tinggi. Dia sangat senang membantu orang lain. Bahkan, dia berangkat sekolah pukul 06.00, padahal sekolahnya baru masuk pukul 07.00. Saat Yuni tanya mengapa dia berangkat dsepagi it, dia menjawab dengan ciri khasnya yng agak cuek tapi manja," Aku bantu pak satpam bukain pintu sama nyapu kelas-kelas." Aku hanya bisa tersenyum mendengar jawaban manisnya itu. Sangat lugu.

Suatu sore saat Yuni bristirahat sepulang dari renang, Dani duduk mendekati Yuni. Dia menutup mukanya sambil seolah-olah membaca buku yang dibawanya. Sambil mencuri pandangan padaku dia tersenyum. Ibunya berkata," Belajar bareng mbak Yuni situ, biar pinter!" Tiba-tiba ia langsung menyodorkan buku yang dibawanya itu kepada Yuni. Dengan tetap tersenyum, dia minta Yuni untuk mengajarinya membaca, menulis dan berhitung.

Saat itu yang dia bawa adalah buku belajar Bahasa Inggris, sehingga Yuni mengajarinya tentang angka dalam Bahasa Inggris. Ibu Dani meminta Yuni untuk mengajarinya membaca dahulu, kata beliau Dani masih belum bisa membaca. Saat Yuni mencoba memberi tes untuk membaca kepadanya, ternyata benar ia masih belum bisa membaca. yuni mulai mengajarinya membaca mulai dari menghafal huruf-hruf A hingga Z. Akhirnya sedikit-sedikit ia mulai bisa membaca meski dengan mengeja terlebih dahulu.

Yuni lihat dia mulai bosan dengan huruf-huruf tersebut, sehingga Yuni mencoba dengan yang lain. Dia meminta Yuni untuk mengajarinya matematika, akhirnya Yuni mengajarinya menghitung. Pertama-tama Yuni mengajarinya menggunakan tangan sebagai media pembelajaran. Lalu Yuni mencoba memberi pertanyaan padanya," Dan, 1+1= berapa?". Dia hanya terdiam sambil menutupi mukanya dengan bantal. Saat bantalnya Yuni ambil, Dani menutup mukanya dengan tangannya. Setelah Yuni buka tangannya, dia mulai mengambil bolpoin miliknya sambil mengarahkan pandangan ke buku tulisnya sambil memukulkan bolpoin ke kepalanya seolah-olah ia berpikir keras. Namun, perkiraan Yuni tidak salah, Dani memang benar-benar berpikir keras untuk menghitungnya meski akhirnya dia tidak bisa. Yuni sangat sedih sekaligus bangga melihatnya.

Tiap hari Yuni meluangkan waktu untuk mengajari Dani membaca, berhitung ataupun menulis. Memang orang yang mengajarinya harus sabar, namun mau apa dikata, itu kehendakNya. Apa yang tejadi maka tejadilah. Yuni yakin, jika Dani diperbolehkan untuk memilih, dia pasti akan memilih untuk menjadi seorang yang seperti pada umumnya.

Hitam, tak selamanya hitam. Akan ada putih dibalik semua hitam tersebut. Hitam bukanlah sebuah batu yang dapat mengguligkan kita ataupun noda yang menghalangi keindahan yang dapat menghalangi kita untuk terus maju. namun, Yuni yakin, ada suatu saat nanti hitam akan berubah menjadi putih dan kehidupan sebenarnya baru akan dimulai saat itu. Apapun kekurangan yang ada pada dirimu, jangan malu, kalau bisa jadikan kekurangan yang kamu miliki sebagai sebuah kelebihan yang pastinya akan membuat kamu lebih bahagia. Jadi, tetaplah tersenyum untuk menatap hari esok, seperti Dani yang tetap tersenyum dalam keadaan apapun yang melandanya.

Jumat, 29 Januari 2010

5 Hari di Mojokerto


Akhirnya Yuni bisa posting artikel lagi. Yuni minta maaf ya kepada pembaca sekalian. Beberapa hari ini Yuni tidak bisa menyajikan artikel untuk pembaca semua. Hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena Yuni pergi ke rumah saudara Yuni yang berada di kota Mojokerto. Sesungguhnya, cie... formal banget. Sebenarnya beberapa artikel yang Anda baca adalah artikel yang Yuni buat sebelum Yuni berangkat yakni hari Senin, alias artikel yang di ubah tanggal terbitnya. Maaf bukan maksud Yuni untuk malas membuat artikel, namun ini semua karena keadaan. Rumah yang Yuni tempati tidak memiliki fasilitas internet. Warnet pun cukup jauh dari rumah. Jadi mau tak mau Yuni melakukan hal tersebut untuk mengisi tempat postingan artikel Yuni yang menurut Yuni masih kosong.

Seperti yang tertera pada judul yaitu 5 Hari di Mojokerto. Ya, betul sekali. Yuni memutuskan untuk menghabiskan liburan kali ini di kota Mojokerto. Hari Senin siang, Yuni berangkat menuju kota tersebut. Sudah lama Yuni tak melakukan liburan di luar kota seperti ini. Namun liburan kali tidak seperti biasanya. Biasanya jika Yuni pergi ke tempat atau di kota lain. Paling tidak ada kakak Yuni yang menemani liburan. Kali ini sangat berbeda. Yuni disana ditinggal sendiri, maksudnya Yuni disana hanya bersama keluarga di Mojokerto. Awalnya Yuni merasa canggung. Namun, menurut Yuni ini memang suatu keharusan. Sebab jika seperti ini terus, Yuni tidak akan berani untuk menghadapi lingkungan baru. Yuni harus mampu beradaptasi dimana saja dan dilingkungan manapun.

Yuni sangat senang, selama berada disana, Yuni dapat melakukan hal-hal yang Yuni sukai, meski menurut orang lain hal tersebut cukup aneh. Selama di Mojokerto Yuni dapat berenang sesuka hati Yuni bahkan karena ajakan saudara Yuni, Yuni pun berenang mulai pukul 5 pagi hingga pukul 07.00 alias kami yang membuka pintu kolam. (hahahha...... serasa kolam milik kami). Bagaimana tidak, pagi sekali kami renang. Untunglah Yuni bisa renang gratis, karena suami sepupu Yuni menjadi salah seorang bos di perumahan elit tersebut karena jika tidak, bisa jebol kocek Yuni hanya karena renang. Bukan hanya jebol, tapi ya gak bisa renang. Begini ceritanya, Yuni dari Surabaya hanya beruang saku Rp 10.000,oo sedangkan htm kolam renang Rp 12.500,oo. (hahahha... kelihatan dompet kosongnya kan????hehehehe....)

Yuni juga berkesempatan untuk mbolang bersama teman Yuni. Kami mengitari kota Mojokerto dengan menggunakan sepeda ontel, siang hari pula, bisa bayangkan betapa panasnya saat itu. Tapi, tak apa lah, pengalaman kan. Seru banget deh pokoknya. Seru banget apalagi inget dompet. Berangkat bawa Rp 10.000,00 pulang bawa Rp 65.000,00 ( hehehhehehe....). Lumayan, bisa buat tambah modal jualan.

Jumat, 22 Januari 2010

Tempe Makanan Terlezat Sepanjang Masa


Setiap orang pasti butuh yang namanya makan, karena jika kita tidak makan, kita dapat menjadi lemas atau bahkan sakit. Kita memang makan untuk hidup tapi bukan berarti hidup untuk makan loh. Terlalu banyak makan juga sebenarnya tidak baik untuk kesehatan karena lambung bekerja terus menerus. Padahal lambung kan juga butuh istirahat, ya gak?

Makanan banyak sekali macamnya mulai dari jajanan hingga masakan. Masakan tradisional hingga modern. Berusaha merangkai kalimat dengan beberapa keyword yang telah disediakan. Bukannya ide yang muncul, yang ada malah perut Yuni yang berbicara alias lapar. (hehehehe...)

Hari ini menu makan di keluarga Yuni adalah cah kangkung dan tempe. Setelah makan dan Yuni kenyang. Saat menatap tempe, Yuni mulai terinspirasi untuk menulis. Yuni mendapat ide untuk artikel Yuni. Betul, Yuni akan bercerita tentang tempe.

Masih ingat tidak apa yang namanya tempe? Jangan karena sudah modern jadi lupa makanan asli Indonesia ya... Meskipun kita sudah pernah merasakan yang namanya burger, pizza, sushi, ataupun hot dog ( sekalipun aku cuma pernah makan burger sekali dan yang lainnya belum pernah ngerasain, hehehe). Kita harus tetap merasakan kenikmatan makan makanan asli negara kita.


Saat Yuni mencari sejarah tentang tempe ternyata cukup sulit karena ada beberapa kendala yaitu karena faktor tulisan dan bahasa. Kata tempe berasal dari Tempeh. Sedangkan tulisan Jawa Kuno sudah hampir punah dan bahasa Jawa Kuno sendiri nyaris berubah menjadi bahasa Jawa Baru. Tempe mungkin berasal dari pulau jawa beberapa abad yang lalu. Pada jaman iu, masyarakat Jawa masih banyak belum mendapatkan pendidikan baik dalam bidang mikrobiologi atau kimia. Namun mereka dapat mengembangkan sebuah makanan fermentasi yang luar biasa disebut tempeh. Pada jaman modern sekarang ini, tempeh di kenal sebagai daging analog. Tempeh mempunyai tekstur yang sama, rasa, dan kandungan protein tinggi seperti berbagai makanan daging.

Tempe mempunyai banyak manfaat untuk tubuh yaitu memiliki kandungan protein yangsangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare. Tempe Mengandung zat besi dan flafoid yang bersifat antioksidan sehingga dengan makan tempe dapat menurunkan tekanan darah.Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe dapat menurunkan kadar kolesterol. Sehingga jangan takut gemuk kalau makan ini. Mencegah masalah gizi ganda yakni akibat kekurangan ataupun kelebihan gizi jadi sangat bermanfaat untuk tubuh kita.

Dari semua yang sudah Yuni ceritakan, Yuni harap para pembaca khususnya tidak segan dan bosan atau gengsi untuk menjadikan tempe sebagai salah satu hidangan untuk makan. Tempe itu enak, murah dan halal. Bahkan keluarga Yuni adalah pecinta tempe. Saking cintanya dengan tempe, keluarga Yuni punya motto dalam makan yaitu, " Makan tanpa tempe? Gak rame !" hehehehe..... ya begitulah.

Oia, sehubungan dengan beberapa kritik dan saran yang telah Yuni terima, Yuni minta maaf jika selama ini artikel yang Yuni muat mungkin bersifat monoton. Keywordnya juga itu-itu saja, padahal yang dilombakan ada banyak keywor dan letaknya juga tetap sama yaitu di awal dan di akhir artikel. Hal ini bukan berarti Yuni mengabaikan keyword, tapi itu semua sebenarnya karena Yuni masih bingung dan terbiasa menulis dengan gaya Yuni yang tersendiri sehingga alur dan isi artikel juga sesuka hati Yuni. Namun Yuni sekarang sadar bahwa itu juga membuat orang lain merasa bosan membaca artikel Yuni. Yuni minta maaf ya....

Yuni akan berusaha untuk memperbaiki artikel-artikel yang akan Yuni buat. Yuni akan selalu belajar untuk menjadi seorang yang kreatif. Terima kasih atas saran yang di berikan.Yuni sangat menghargainya.