Ijinkanlah Yuni mengeluarkan uneg-uneg Yuni sejenak. Setiap anak yang bersekolah di Sekolah Mengengah Atas, pasti memiliki keinginan untuk menginjak bangku kuliahan nantinya. Tak lain halnya dengan Yuni, Yuni sebenarnya juga ingin mengenyam pendidikan kuliah. Hari ini kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. Hari ini pula PMDK Universitas Airlangga Surabaya dibuka dan kakak-kakak kelas yang kini kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tersebut memberi pengarahan terhadap kami.
Teman-teman terlihat begitu antusias terhadap apa yang di jelaskan oleh kakak-kakak dan tak sedikit pula teman Yuni yang berkonsultasi untuk memilih jurusan. Tadi, saat pindah pelajaran, Bu Kristin yakni guru bahasa Indonesia Yuni sempat bercakap-cakap dengan Yuni. " Yun, yang semangat ya belajarnya ... Ibu yakin kamu bisa masuk STAN !" Ucap beliau saat Yuni mencium tangan beliau untuk pindah pelajaran. Namun Yuni hanya bisa menjawab, " Yuni ndak kuliah, Bu... Yuni akan kerja." . "Lho, kok begitu ?"tanya beliau lagi. " Yuni ndak pnya uang Bu... habis ini bapak gak kerja, ibu Yuni juga sering sakit, Yuni nggak tega Bu kalau setelah lulus Yuni masih hanya memberi sedikit uang untuk mencukupi kebutuhan seperti sekarang ini... jadi Yuni yang harus kerja." jawabku . " Oh.. begitu.... Yang sabar ya Yun, kerja atau sekolah sama saja, yang penting harus semangat dan ikhlas menjalankannya!" jawab Bu Kristin. Yuni menjawabnya dengan senyuman. " Ya pasti lah... Sukses ya Yun... jangan pernah menyerah" Kata Bukristin yang menyemangati Yuni.
Bu Kristin adalah guru Yuni yang sangat mendukung muridnya. Banyak sekali perlombaan yang Yuni ikuti yang didampingi oleh beliau. Mulai dari lomba reporter, lomba pembaca berita, lomba menulis hingga lomba debat tingkat nasional. Meskipun hasilnya kalah, tapi beliau tetap terus memberi semangat kepada kami. Beliau selalu meyakinkan kami bahwa " Esok akan lebih baik, jadi jika kita sekarang masih belum dijodohkan untuk membawa pulang piala itu, lain kali kita pasti akan mendapat piala yang lebih gede dari itu!" Yuni sangat senang memiliki guru seperti beliau, sangat mendukung muridnya untuk berkembang. Yuni juga akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan guru-guru Yuni terutama orang tua Yuni.
Yuni memang ingin sekali masuk Perguruan Tinggi terutama Perguruan Tinggi Negeri. Yuni cukup senang saat pengumuman peringkat di kelas yang ternyata Yuni masuk 5 besar yang kata guru Yuni itu sangat berpotensi untuk ditrima di Perguruan Tinggi lewat jalur PMDK. Namun, Yuni mengubur dalam-dalam keinginan Yuni. Yuni tidak ingin melihat keluarga Yuni sengsara, Yuni juga tidak ingin membawa bencana di keluarga Yuni, yakni dengan bergelut dalam dunia pendidikan yang pastinya akan menyedot biaya lagi.
Yuni sebenarnya juga ingin mengalami masa kuliah. Yuni masih ingat dalam pelajaran BK yang mempelajari tentang tahap kehidupan seseorang dalam pendidikan. Seseorang akan merasa hidunya terpenuhi jika melalui tahap-tahap yang semestinya. Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Kuliah. Ingin sekali Yuni memenuhi semua jenjang diatas. Tapi mungkin Yuni hanya di takdirkan untuk hanya mengenyam S3 ( SD, SMP, SMA ).
"Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar tejadi"
" Hidupmu indah bila kau tahu jalan mana yang benar, harapan ada, harapan ada, bila kau percaya"
Itulah bait-bait lagu yang dapat membangkitkan semangat hidup Yuni. Yuni dilarang menyerah. Yuni dilarang bersedih. Yuni harus semangat, semangat dan semangat.
Continue Reading...