Social Icons

Pages

Sabtu, 27 Februari 2010

Bisakah Uang Membuat Orang bahagia?


Kebahagiaan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan oleh setiap insan di dunia ini. Orang yang bahagia adalah orang yang mampu mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan hidupnya. Selain itu seseorang bisa dikatakan bahagia bila seseorang tersebut telah mampu mencapai dan menikmati tujuan hidupnya.

Kehidupan memang tak pernah lepas dari uang. Setiap sendi kehidupan pasti memerlukan barang ini. Berbagai cara orang lakukan untuk mendapatkannya dengan cara mereka sendiri. Ada yang menjadi seorang pengusaha, ada yang hanya ingin menjadi seorang pekerja. Kemudian kita para blogger me-monetize blog kita agar memperoleh dolar. Uang begitu merasuk dalam setiap sudut kehidupan. Setiap insan berlomba-lomba untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Maka dari itu mereka memegang teguh prinsip ekonomi yaitu pengorbanan sekecil-kecilnya untuk hasil yang sebesar-besarnya.

Lalu hal apa saja yang dapat dikerjakan seseorang untuk menaggulangi masalah besarnya pengeluaran uang? Apakah dengan bekerja siang malam hingga tak mengenal kata istirahat?

Uang itu ibarat obat bius. Kalau seseorang sudah kecanduan uang, ia akan sulit melepaskan diri dari kecanduan itu. Disamakan dengan obat bius karena seringkali seserorang terlihat begitu bahagia ketika ia memiliki sejumlah uang, namun orang tersebut akan berubah menjadi kesal atau marah jika tidak memiliki uang.

Menurut Yuni, uang saja tidak akan mampu membeli kebahagiaan. Meski di sisi lain seseorang juga tidak akan bahagia tanpa memiliki uang. keseimbangan adalah kuncinya. Artinya kesehatan psikis atau mental adalah lebih penting daripada uang yang dimiliki.

Selasa, 23 Februari 2010

Suka Duka Sekolah dengan Mersikil

Yuni, siapa hayo yang masih belum kenal sama Yuni? Yuni adalah seorang siswi yang berpredikat cewek sepeda ontel tapi itu dulu saat Yuni masih berada di bangku SMP. Saat kelulusan SMP, sepeda milik bapak Yuni diambil pencuri. Yah, akhirnya Yuni merelakan sepeda milik Yuni untuk dipakai bapak untuk bekerja, karena menurut Yuni bapak lebih membutuhkan dari pada Yuni. Yuni merasa lebih kuat untuk berjalan dari pada bapak. Lagi pula jaraknya tak cukup jauh kok, hanya sekitar 1 km saja.

Memang terkadang rasa iri menyelimuti hati Yuni saat melihat teman-teman pergi ke sekolah dengan mengendarai motor apalagi seorang jomblo, yah beginilah nasibnya. Tapi Yuni segera menepis rasa itu. Lagi pula kan jalan kaki lebih sehat. Kita dianjurkan untuk minimal berjalan seribu langkah per hari untuk mencegah osteoporosis sedangkan dari gerbang sekolah hingga rumah Yuni, dibutuhkan 2149 langkah untuk sampai dan sebaliknya. Keren kan..... sampe Yuni hitung loh... hehehehhehehe.....

Sekolah dengan mersikil alias berjalan kaki pasti memiliki suka dan duka tak beda dengan naik sepeda. Bedanya kalo jalan terasa lebih capek kalo naik sepeda gak capek. Yuni suka pemandangan pagi yang indah dan udara pagi juga masih segar, jadi perjalanan juga tak terasa melelahkan. Kalo pulang sore juga jalan, tapi ada temennya, itung-itung temen ngobrol jadi hilang deh rasa capeknya. Lalu kalau hujan, wiiiih..... kami hujan-hujan bareng...dari pada mengeluh, lebih baik di buat seru aja. ya gak??

Teman-teman, ada satu hal yang sangat berbeda saat Yuni berangkat sekolah pagi ini, Yuni sih merasa biasa saja saat melewati Sekolah Dasar yang biasa Yuni lewati namun tiba-tiba saat Yuni menoleh ke sebelah kanan, ternyata ada seekor anjing besar yang tengah mengikuti Yuni. Bahkan jika anjing itu di suruh berdiri ya gedean anjingnya dari pada Yuni. Entah sejak kapan anjing itu mengikuti Yuni. Lanpa aba-aba Yuni lari sekencang-kencangnya, dan tidak tahunya ada 2 ekor anjing lagi yang siap-siap menghadang Yuni yang kemudian ikut mengejar Yuni juga. Yuni lari sekencang-kencangnya. Tampak seorang bapak-bapak yang melambaikan tangan sambil berkata pada Yuni bawa Yuni jangan lari. Tapi, dari pada Yuni di jilat atau bahkan tuh anjing minta tanda tangan sama Yuni karena nge-fans sama Yuni(*hehehheheh....) Yuni lebih milih untuk lari.

Sambil nafas terengah-engah Yuni tetap berlari hingga bapak tadi menggiring anjing yang mengejar Yuni untuk menjauh dari Yuni. Setelah Yuni merasa aman, baru Yuni menoleh kebelakang sembari beristirahat dan mengatur napas. Setelah itu Yuni melanjutkan perjalanan ke sekolah. Perjalanan yang harusnya Yuni tempuh dalam waktu setengah jam, malah Yuni dapatkan hanya dalam 12 menit, ini adalah rekor terbaru dalam hidup Yuni yang sebelumnya pernah mencapai 15 menit. Mungkin Yuni berbakat jadi pelari ya...Lari tadi itung-itung sebagai latihannya. hehehehhehee......

Itulah sekelumit kehidupan seherhana seorang siswi yang bernama Yuni. Sampai jumpa dalam cerita kehidupan Yuni selanjutnya... ^_^

Senin, 01 Februari 2010

Yuni Juga Ingin Kuliah...

Ijinkanlah Yuni mengeluarkan uneg-uneg Yuni sejenak. Setiap anak yang bersekolah di Sekolah Mengengah Atas, pasti memiliki keinginan untuk menginjak bangku kuliahan nantinya. Tak lain halnya dengan Yuni, Yuni sebenarnya juga ingin mengenyam pendidikan kuliah. Hari ini kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. Hari ini pula PMDK Universitas Airlangga Surabaya dibuka dan kakak-kakak kelas yang kini kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tersebut memberi pengarahan terhadap kami.

Teman-teman terlihat begitu antusias terhadap apa yang di jelaskan oleh kakak-kakak dan tak sedikit pula teman Yuni yang berkonsultasi untuk memilih jurusan. Tadi, saat pindah pelajaran, Bu Kristin yakni guru bahasa Indonesia Yuni sempat bercakap-cakap dengan Yuni. " Yun, yang semangat ya belajarnya ... Ibu yakin kamu bisa masuk STAN !" Ucap beliau saat Yuni mencium tangan beliau untuk pindah pelajaran. Namun Yuni hanya bisa menjawab, " Yuni ndak kuliah, Bu... Yuni akan kerja." . "Lho, kok begitu ?"tanya beliau lagi. " Yuni ndak pnya uang Bu... habis ini bapak gak kerja, ibu Yuni juga sering sakit, Yuni nggak tega Bu kalau setelah lulus Yuni masih hanya memberi sedikit uang untuk mencukupi kebutuhan seperti sekarang ini... jadi Yuni yang harus kerja." jawabku . " Oh.. begitu.... Yang sabar ya Yun, kerja atau sekolah sama saja, yang penting harus semangat dan ikhlas menjalankannya!" jawab Bu Kristin. Yuni menjawabnya dengan senyuman. " Ya pasti lah... Sukses ya Yun... jangan pernah menyerah" Kata Bukristin yang menyemangati Yuni.

Bu Kristin adalah guru Yuni yang sangat mendukung muridnya. Banyak sekali perlombaan yang Yuni ikuti yang didampingi oleh beliau. Mulai dari lomba reporter, lomba pembaca berita, lomba menulis hingga lomba debat tingkat nasional. Meskipun hasilnya kalah, tapi beliau tetap terus memberi semangat kepada kami. Beliau selalu meyakinkan kami bahwa " Esok akan lebih baik, jadi jika kita sekarang masih belum dijodohkan untuk membawa pulang piala itu, lain kali kita pasti akan mendapat piala yang lebih gede dari itu!" Yuni sangat senang memiliki guru seperti beliau, sangat mendukung muridnya untuk berkembang. Yuni juga akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan guru-guru Yuni terutama orang tua Yuni.

Yuni memang ingin sekali masuk Perguruan Tinggi terutama Perguruan Tinggi Negeri. Yuni cukup senang saat pengumuman peringkat di kelas yang ternyata Yuni masuk 5 besar yang kata guru Yuni itu sangat berpotensi untuk ditrima di Perguruan Tinggi lewat jalur PMDK. Namun, Yuni mengubur dalam-dalam keinginan Yuni. Yuni tidak ingin melihat keluarga Yuni sengsara, Yuni juga tidak ingin membawa bencana di keluarga Yuni, yakni dengan bergelut dalam dunia pendidikan yang pastinya akan menyedot biaya lagi.

Yuni sebenarnya juga ingin mengalami masa kuliah. Yuni masih ingat dalam pelajaran BK yang mempelajari tentang tahap kehidupan seseorang dalam pendidikan. Seseorang akan merasa hidunya terpenuhi jika melalui tahap-tahap yang semestinya. Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Kuliah. Ingin sekali Yuni memenuhi semua jenjang diatas. Tapi mungkin Yuni hanya di takdirkan untuk hanya mengenyam S3 ( SD, SMP, SMA ).

"Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar tejadi"
" Hidupmu indah bila kau tahu jalan mana yang benar, harapan ada, harapan ada, bila kau percaya"
Itulah bait-bait lagu yang dapat membangkitkan semangat hidup Yuni. Yuni dilarang menyerah. Yuni dilarang bersedih. Yuni harus semangat, semangat dan semangat.