Social Icons

Pages

Rabu, 19 Agustus 2015

Periksa Hamil di Bidan

Beberapa waktu yang lalu setelah berunding bersama keluarga besar, suami memutuskan untuk kembali mengajakku periksa dan mencoba untuk aku memilih agar besok lahiran di bidan. Bukan tanpa alasan juga sih, karena aku juga agak ragu untuk lahiran di puskesmas. Bukan karena tidak yakin, tapi aku mencari lebih nyamannya, dan itulah yang diinginkan mas suami.

Berbeda dengan puskesmas yang antrinya sampai 2kali, ya kan karena memang campur dengan pasien umum. Di bidan ini terkesan lebih sepi, tapi kata orang-orang termasuk ramai malah, soalnya aku periksa aja padahal baru dibuka uda ada 4 antrian, aku keluar pun sudah ada yang mengantri 5 orang. Bidan pilihan suamiku ini kebetulan bidan delima, sia mencari berbagai informasi bidan yang paling nyaman untuk kelahiran anak pertamanya ini.


Bidan delima yang rencananya aku lahiran ini namanya bidan Sri. Lokasinya cuma 10 menit dari rumah, lebih dekat dari puskesmas pun, jadinya kalau emak atau ibu ikut pun nantinya enggak terlalu jauh. Pertama kali kesini aku jadi lihat-lihat sekalian, disini ada 7 kamar yaitu 2 kamar bersalin dan 5 kamar nifas. Tempatnya cukup luas, cukup nyaman juga sih. Jika di liat-liat bentuknya seperti klinik bersalin.

Soal pemeriksaan, Alhamdulillah saatnya suntik TT, timbang berat badan dan ultrasonografi dedek, oia ini pertama kali suami ikut masuk ke dalam ruang periksa, dia kaget katanya... wahh detak jantung adek ya... banter yah... hehehhe... senyam senyum mulu dianya.

Di puskesmas kalo periksa kadang seolah-olah bayiku itu kecil banget, suami jadi khawatir anaknya prematur, mana aku disuruh makan mulu. Pas di bidan ini katanya iya sih sedikit kecil, tapi gapapa kok yang penting sehat dan bayinya pun juga lincah. Lega deh jadinya... Berbeda memang sih ya kalau sama bidan itu lebih bisa menenangkan.

Katanya bu bidan si dedek sudah mapan juga di usia kehamilan 7 bulan ini , letak kepalanya pas diatas panggul, ukurannya sudah 3 jari diatas pusar. Aku cuma dikasi saran jangan capek-capek, udah cuma itu aja sih. Oia katanya juga pinggulku Insya Allah cukup besar buat lahiran nanti .. jadi jangan khawatir... Ahh jadi enggak sabar nunggu 2 bulan lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar